Abstrak: Proses pemahaman bahasa manusia yang memfokuskan pada ungkapan tanpa teks dapat menimbulkan ketaksaan atau kegandaan makna. Oleh karena itu, beberapa kajian menunjukkan bahwa pemahaman bahasa juga dipengaruhi oleh konteks ungkapan yang diberikan sebelumnya atau juga faktor lain. Kegandaan makna dibagi menjadi tiga tipe utama, yaitu kegandaan makna tingkat fonetik, tingkat leksikal, dan tingkat gramatikal. Kegandaan makna tingkat fonetik timbul akibat membaurnya bunyi-bunyi bahasa yang diujarkan. Kegandaan makna leksikal adalah macam kegandaan yang penyebabnya adalah bentuk leksikal yang dipakai, sedangkan kegandaan makna gramatikal muncul pada tataran morfologi dan sintaksis. Dalam berbagai macam kegandaan makna mana pun, yang memegang peranan sangat penting adalah konteks. Dari koteks itulah kita dapat menentukan makna yang dimaksud sehingga ambiguitas dapat dihilangkan. Misalnya, He was short near the bank. Selain konteks situasi, konteks kalimat pun dapat menghilangkan kegandaan makna. Kata Kunci: Kecermatan berbahasa